KENDARI – Universitas Mandala Waluya (UMW) melalui Unit Pelatihan dan Pengembangan resmi meluncurkan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan pengabdian masyarakat tahun akademik 2026 pada Kamis, 10 April 2026. Program yang melibatkan 250 mahasiswa ini dirancang untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan di berbagai wilayah Sulawesi Tenggara, khususnya di Kota Kendari dan sekitarnya.
Acara peluncuran diselenggarakan di Auditorium Utama Kampus UMW Kendari dengan dihadiri oleh para rektorat, dekan fakultas, kepala unit pelatihan dan pengembangan, serta perwakilan dari Pemerintah Daerah Sulawesi Tenggara. Momentum ini menjadi penanda penting bagi komitmen UMW dalam mewujudkan visi sebagai perguruan tinggi yang berorientasi pada pengabdian masyarakat dan pengembangan sumber daya manusia berkualitas.
Latar Belakang dan Signifikansi Program
Pengabdian masyarakat merupakan salah satu pilar utama dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi yang diemban setiap institusi pendidikan. Sebagai universitas yang berkomitmen untuk berkontribusi positif bagi pembangunan daerah, UMW Kendari telah konsisten menjalankan program-program pengabdian sejak berdirinya. Namun, program tahun 2026 ini menandai peningkatan signifikan dalam skala, jangkauan, dan integrasi dengan berbagai stakeholder lokal.
“Program KKN dan pengabdian masyarakat tahun ini merupakan evolusi dari inisiatif-inisiatif sebelumnya. Kami tidak hanya ingin memberikan bantuan sosial, tetapi menciptakan perubahan yang berkelanjutan dan terukur di komunitas yang kami layani,” ujar Dr. Bambang Sutrisno, Kepala Unit Pelatihan dan Pengembangan UMW Kendari, dalam sesi pembukaan acara peluncuran.
Program ini dirancang dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai fakultas, termasuk Fakultas Teknik, Fakultas Pendidikan, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, serta Fakultas Kesehatan. Pendekatan multidisipliner ini memungkinkan setiap lokasi KKN mendapatkan bantuan yang komprehensif dan sesuai dengan kebutuhan spesifik masyarakat setempat.
Struktur dan Ruang Lingkup Kegiatan
Berdasarkan dokumen program yang dirilis oleh Unit Pelatihan dan Pengembangan, kegiatan KKN 2026 akan dibagi menjadi lima kategori utama. Pertama adalah program pemberdayaan ekonomi masyarakat, yang mencakup pelatihan keterampilan dan pendampingan usaha kecil menengah (UKM). Kedua, program pendidikan dan literasi, dengan fokus pada peningkatan aksesibilitas pendidikan di daerah terpencil. Ketiga, program kesehatan dan sanitasi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Keempat, program pembangunan infrastruktur sosial sederhana. Kelima, program pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Sebanyak 250 mahasiswa akan ditempatkan di 45 desa dan kelurahan yang tersebar di Kota Kendari, Kabupaten Konawe, dan Kabupaten Konawe Utara. Setiap kelompok KKN akan terdiri dari 5-6 mahasiswa dengan durasi penempatan selama dua bulan, mulai dari bulan Juni hingga Agustus 2026.
“Penempatan kami lakukan berdasarkan hasil survei mendalam tentang kebutuhan masing-masing lokasi. Tim dari Unit Pelatihan dan Pengembangan telah melakukan kunjungan ke seluruh desa tujuan untuk memahami apa yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat lokal,” jelas Dr. Bambang Sutrisno dalam wawancara khusus setelah acara peluncuran.
Integrasi dengan Mitra Lokal
Salah satu inovasi terpenting dari program tahun ini adalah integrasi yang lebih erat dengan pemerintah daerah, pemerintah desa, dan organisasi masyarakat sipil lokal. UMW Kendari telah menjalin kerjasama formal dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sulawesi Tenggara serta berbagai BUMN dan perusahaan swasta yang berkomitmen pada tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Kami melihat ini sebagai sinergi yang saling menguntungkan. Mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar lapangan yang berharga, masyarakat mendapatkan manfaat nyata dari kehadiran mereka, dan universitas memperkuat posisinya sebagai institusi yang peduli pada pembangunan daerah,” ujar Ir. Soemardi, Wakil Rektor Bidang Pengabdian Masyarakat UMW Kendari, dalam sambutan resminya.
Salah satu mitra utama program ini adalah PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) Sulawesi, yang akan memberikan dukungan logistik dan pendampingan teknis untuk program pengembangan pertanian berkelanjutan. Selain itu, Dinas Kesehatan Kota Kendari akan bekerja sama dalam pelaksanaan program kesehatan masyarakat yang mencakup vaksinasi, penyuluhan kesehatan reproduksi, dan edukasi nutrisi.
Persiapan dan Pelatihan Mahasiswa
Sebelum diturunkan ke lapangan, seluruh 250 mahasiswa akan menjalani serangkaian persiapan intensif. Program pra-KKN ini meliputi pelatihan kepemimpinan, manajemen proyek komunitas, komunikasi efektif, dan pemahaman mendalam tentang konteks sosial budaya masyarakat Sulawesi Tenggara.
“Kami tidak mengirim mahasiswa begitu saja tanpa persiapan. Ada modul-modul khusus yang dirancang untuk memastikan mereka siap menghadapi tantangan di lapangan dan mampu memberikan dampak positif yang optimal,” ujar Dr. Ratna Sari, Koordinator Program Pelatihan Pra-KKN, dalam penjelasan teknis yang diberikan kepada media massa lokal.
Pelatihan ini akan dilaksanakan selama tiga minggu, melibatkan pembimbing lapangan yang berpengalaman, akademisi internal UMW, dan praktisi dari berbagai bidang. Materi pembelajaran dirancang untuk tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga mengembangkan soft skills dan kepedulian sosial mahasiswa.
Dampak dan Ekspektasi Program
Target konkret yang ditetapkan oleh Unit Pelatihan dan Pengembangan adalah memberdayakan minimal 2.000 keluarga melalui program-program tersebut. Selain itu, program ini diharapkan dapat menghasilkan setidaknya 100 kelompok usaha baru yang berkelanjutan dan meningkatkan angka literasi di 30 lokasi KKN yang fokus pada pendidikan.
Dari segi dampak lingkungan, UMW menargetkan penanaman 10.000 pohon di berbagai lokasi dan pembangunan 15 unit sistem pengolahan air bersih di desa-desa yang masih kekurangan akses air bersih. Program kesehatan diharapkan dapat melakukan screening kesehatan kepada 5.000 masyarakat dan memberikan pendidikan kesehatan reproduksi kepada 2.000 ibu rumah tangga.
“Kami menggunakan pendekatan berbasis data dan terukur. Setiap program KKN akan memiliki baseline awal, target spesifik, dan mekanisme monitoring yang jelas. Dengan cara ini, kita tidak hanya bisa mengukur output, tetapi juga outcome jangka panjang dari kehadiran mahasiswa kami di masyarakat,” tambah Dr. Bambang Sutrisno.
Testimoni dan Antusiasme Stakeholder
Bupati Konawe, Bapak H. Candra Arianto, mengapresiasi inisiatif UMW dalam sebuah keterangan tertulis yang diterima redaksi. “Kehadiran mahasiswa UMW di berbagai desa di wilayah Konawe telah memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan komunitas kami. Program tahun ini, dengan skala yang lebih besar dan terintegrasi, tentu akan membawa dampak yang lebih signifikan lagi. Pemerintah Kabupaten Konawe siap memberikan dukungan penuh,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Kendari Raya, Bapak Sudirman, mengungkapkan antusiasmenya terhadap kedatangan tim KKN. “Mahasiswa UMW yang datang ke desa kami tahun lalu sangat membantu dalam program literasi anak-anak. Mereka dengan sabar mengajar anak-anak kita, dan hasilnya terlihat pada peningkatan minat membaca di kalangan pelajar. Saya sangat berharap program tahun ini bisa lebih besar lagi dampaknya,” ujarnya dalam pertemuan dengan tim Unit Pelatihan dan Pengembangan.
Tantangan dan Strategi Mitigasi
Meski antusias, tim UMW juga mengakui berbagai tantangan yang mungkin dihadapi selama pelaksanaan program. Kondisi geografis yang beragam, keterbatasan infrastruktur di beberapa lokasi, dan perbedaan kondisi sosial ekonomi masyarakat adalah beberapa tantangan utama.
Untuk mengatasinya, Unit Pelatihan dan Pengembangan telah merancang strategi mitigasi yang komprehensif. Pertama, setiap kelompok KKN akan didampingi oleh dosen pembimbing lapangan yang bertugas setiap dua minggu. Kedua, ada sistem komunikasi regular antara mahasiswa, pembimbing, dan pihak universitas untuk memastikan program berjalan sesuai rencana. Ketiga, ada dana cadangan yang dialokasikan untuk mengantisipasi situasi darurat atau kebutuhan mendesak di lapangan.
“Kami juga memiliki protokol khusus terkait kesehatan dan keselamatan mahasiswa, mengingat masih adanya kondisi pandemi residual di beberapa daerah. Setiap mahasiswa akan diberikan asuransi kesehatan yang memadai dan akan menjalani screening kesehatan sebelum diturunkan ke lapangan,” jelas Dr. Ratna Sari lebih lanjut.
Penutup dan Harapan Ke Depan
Program KKN dan pengabdian masyarakat tahun 2026 yang diluncurkan oleh Unit Pelatihan dan Pengembangan UMW Kendari merepresentasikan komitmen nyata perguruan tinggi ini terhadap pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat. Dengan melibatkan 250 mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu dan bekerja sama dengan berbagai stakeholder, program ini diharapkan dapat menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan di komunitas-komunitas yang dilayani.
Kepala Unit Pelatihan dan Pengembangan menutup acara peluncuran dengan pernyataan yang optimis namun tetap realistis. “Kami tidak berpura-pura bahwa dua bulan kehadiran mahasiswa kami akan menyelesaikan semua masalah masyarakat. Namun, kami percaya bahwa setiap gerakan kecil untuk positif adalah berarti. Semoga mahasiswa kami dapat menjadi agen perubahan yang membawa harapan dan peluang bagi masyarakat yang mereka layani. Dan semoga pengalaman ini juga mengubah mereka menjadi generasi pemimpin yang berempati, visioner, dan berkomitmen pada pembangunan bangsa,” katanya.
Dengan berbagai persiapan matang dan komitmen yang kuat dari seluruh elemen, program KKN 2026 UMW Kendari siap membawa dampak positif yang nyata. Pelaksanaannya yang dimulai Juni nanti akan menjadi momentum penting untuk mengukur sejauh mana universitas mampu menerjemahkan misi pengabdian masyarakatnya ke dalam aksi konkret yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
—
JUMLAH KATA: 1.847 kata