KENDARI – Universitas Mandala Waluya, melalui Unit Pelatihan dan Pengembangan (UPP), menggelar serangkaian kegiatan akademik dalam bentuk seminar, webinar, dan kuliah umum pada hari Selasa, 22 April 2026. Inisiatif ini merupakan komitmen institusi dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam menghadapi tantangan dunia kerja modern yang terus berkembang pesat.
Kegiatan yang berlangsung sepanjang hari di berbagai ruang aula dan ruang seminar kampus Universitas Mandala Waluya di Kendari ini menghadirkan berbagai narasumber berkualitas dari kalangan akademisi, praktisi industri, serta profesional berpengalaman. Total peserta yang diharapkan mengikuti rangkaian acara ini mencapai lebih dari 2.000 mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan Universitas Mandala Waluya.
“Kami percaya bahwa pendidikan tidak hanya sebatas pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga memerlukan keterlibatan langsung dengan para praktisi dan para ahli di bidangnya masing-masing,” ungkap Dr. Bambang Sutrisno, Kepala Unit Pelatihan dan Pengembangan Universitas Mandala Waluya, dalam wawancara eksklusif dengan media kampus pada Senin, 21 April 2026.
Menurut Dr. Sutrisno, rangkaian kegiatan pada 22 April 2026 ini dirancang khusus untuk memberikan wawasan komprehensif mengenai tren terkini di berbagai sektor industri dan pemberdayaan soft skills yang menjadi kebutuhan mendesak di era digital ini. “Target kami adalah tidak hanya memberikan pengetahuan teoritis, melainkan juga memberikan panduan praktis yang dapat langsung diterapkan oleh mahasiswa dalam karir profesional mereka ke depan,” tambahnya.
Agenda Acara Lengkap dan Narasumber Unggulan
Rangkaian kegiatan UPP pada 22 April 2026 dibagi menjadi beberapa sesi paralel yang dapat diakses oleh seluruh mahasiswa Universitas Mandala Waluya. Sesi pagi dimulai pukul 08.00 WITA dengan empat topik utama yang disajikan secara bersamaan di berbagai ruang.
Sesi pertama mengangkat tema “Digital Transformation dan Industri 4.0: Persiapan Karir di Era Digital,” yang dipimpin oleh Ir. Hendra Wijaya, seorang profesional teknologi informasi dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di perusahaan teknologi multinasional. Dalam sesi ini, Ir. Hendra akan membahas perubahan lanskap industri, kebutuhan skill teknis dan non-teknis, serta strategi pengembangan karir bagi fresh graduate di era transformasi digital.
Sesi kedua menampilkan “Entrepreneurship dan Inovasi Bisnis: Dari Ide hingga Eksekusi,” yang akan dipandu oleh Ibu Sinta Kusuma, founder dari tiga startup teknologi sukses di Jakarta dan Surabaya. Ibu Sinta akan berbagi pengalaman praktis membangun bisnis dari nol, mengelola risiko, dan strategi scaling bisnis yang berkelanjutan. Topik ini sangat relevan mengingat meningkatnya minat mahasiswa Indonesia untuk menjadi entrepreneur.
Sesi ketiga berfokus pada “Soft Skills dan Leadership untuk Profesional Muda,” yang dibawakan oleh Prof. Dr. Andi Saleh, seorang pakar dalam bidang manajemen sumber daya manusia dari universitas terkemuka. Prof. Andi akan mengulas pentingnya soft skills seperti komunikasi efektif, kerja tim, problem-solving, dan leadership dalam konteks perkembangan karir jangka panjang.
Sesi keempat pagi menghadirkan “Sustainability dan Corporate Social Responsibility (CSR) dalam Bisnis Modern,” yang dipandu oleh Dr. Irawan Hartono, konsultan lingkungan bisnis dan akademisi. Sesi ini akan membahas bagaimana perusahaan modern mengintegrasikan nilai-nilai keberlanjutan dalam operasional bisnis mereka.
Setelah istirahat siang yang dijadwalkan pukul 12.00 hingga 13.00 WITA, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan empat sesi webinar interaktif yang dapat diakses melalui platform digital kampus. Sesi webinar pertama berjudul “Branding Personal: Membangun Identitas Profesional di Media Sosial,” dengan pembicara Budi Kristanto, seorang digital marketer profesional dan content creator dengan ribuan followers di berbagai platform media sosial.
Webinar kedua mengangkat tema “Komunikasi Bisnis Efektif dan Presentasi Persuasif,” yang dipandu oleh Ratna Wijaya, seorang trainer komunikasi bisnis dengan sertifikasi internasional. Webinar ketiga membahas “Financial Literacy untuk Mahasiswa: Perencanaan Keuangan Pribadi,” dipandu oleh Hendra Gunawan, seorang financial advisor dan penulis buku tentang literasi keuangan generasi muda. Sesi webinar terakhir menghadirkan “Mental Health dan Work-Life Balance di Era Stres Tinggi,” yang dibawakan oleh Dr. Siti Nurhaliza, seorang psikolog klinis dan dosen di Universitas Mandala Waluya sendiri.
Kuliah Umum Penutup dan Keynote Speaker
Puncak acara pada 22 April 2026 adalah kuliah umum besar-besaran yang dijadwalkan pada pukul 15.00 WITA di Aula Utama Universitas Mandala Waluya. Acara ini menampilkan keynote speaker Bapak Dedi Murdani, Direktur Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Bapak Dedi Murdani akan menyampaikan visi pemerintah dalam pengembangan talenta muda Indonesia dan kebijakan-kebijakan terbaru yang berkaitan dengan pendidikan dan ketenagakerjaan.
“Kehadiran narasumber dari tingkat kementerian ini menunjukkan betapa pentingnya kegiatan pengembangan mahasiswa untuk masa depan bangsa,” ujar Dr. Bambang Sutrisno saat ditanya mengenai kesuksesan dalam mengundang pembicara berkaliber nasional ini.
Kuliah umum ini tidak hanya menghadirkan materi pembelajaran, tetapi juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk sesi tanya jawab interaktif langsung dengan pembicara. Dr. Sutrisno menekankan bahwa dialog terbuka antara mahasiswa dan praktisi adalah salah satu elemen kunci dalam program pengembangan komprehensif yang diusung oleh UPP.
Respons Positif dari Mahasiswa dan Akademisi
Hingga hari Senin pukul 18.00 WITA, pendaftaran untuk rangkaian kegiatan 22 April 2026 telah mencapai angka 2.150 peserta, melampaui target awal yang ditetapkan. Data ini menunjukkan antusiasme tinggi dari mahasiswa Universitas Mandala Waluya terhadap kesempatan pengembangan diri ini.
“Saya sangat antusias menghadiri seminar tentang digital transformation karena saya ingin memahami lebih dalam tentang karir di bidang teknologi,” ungkap Nur Azizah, mahasiswa semester VI dari Program Studi Teknik Informatika. “UPP sudah sering mengadakan kegiatan-kegiatan seperti ini, dan selalu memberikan nilai tambah yang signifikan bagi pengembangan akademis dan profesional saya,” tambahnya.
Kepala Program Studi Manajemen, Dr. Suryono, M.M., juga memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif UPP. “Kegiatan semacam ini sangat penting untuk memberikan perspektif industri yang real kepada mahasiswa kami. Banyak mahasiswa yang baru memahami ekspektasi dunia kerja setelah mengikuti kuliah umum dan seminar yang diselenggarakan oleh UPP,” katanya dalam pernyataan resmi yang diberikan kepada media kampus.
Infrastruktur dan Persiapan Teknis
Untuk memastikan kelancaran rangkaian kegiatan pada 22 April 2026, Universitas Mandala Waluya telah menyiapkan berbagai infrastruktur pendukung yang komprehensif. Seluruh ruang seminar dilengkapi dengan peralatan audio-visual terkini, termasuk proyektor 4K, sistem sound system berkualitas tinggi, dan koneksi internet broadband yang stabil untuk mendukung sesi webinar.
Pihak kampus juga mempersiapkan protokol kesehatan yang ketat mengingat situasi pasca-pandemi. Jumlah peserta di setiap sesi telah diatur untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan kesehatan seluruh peserta. Selain itu, disediakan juga catering, merchandise resmi acara, dan sertifikat kehadiran bagi seluruh peserta yang mengikuti minimal tiga sesi kegiatan.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap peserta tidak hanya mendapatkan manfaat akademis, tetapi juga pengalaman yang berkesan,” kata Ibu Dewi Sarjono, Koordinator Pelaksanaan Acara dari UPP. “Tim kami telah bersiap sejak tiga minggu yang lalu untuk memastikan segala detail tertangani dengan baik,” tambahnya dengan penuh yakin.
Harapan dan Dampak Jangka Panjang
Dr. Bambang Sutrisno menekankan bahwa kegiatan pada 22 April 2026 ini bukan hanya peristiwa satu hari, melainkan bagian dari strategi pengembangan berkelanjutan yang dilakukan oleh UPP. “Kami berencana untuk mengadakan kegiatan serupa setiap semester, dengan topik-topik yang disesuaikan dengan kebutuhan industri terkini dan feedback dari mahasiswa,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dr. Sutrisno mengungkapkan bahwa UPP sedang mengembangkan program mentoring berkelanjutan yang akan menghubungkan mahasiswa peserta kegiatan dengan para profesional pembicara. Program ini diharapkan dapat memberikan bimbingan jangka panjang dalam persiapan mahasiswa memasuki dunia kerja.
“Kami ingin menciptakan ekosistem pembelajaran yang tidak terbatas pada ruang kelas. Alumni Universitas Mandala Waluya harus mampu bersaing tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional,” ungkap Dr. Sutrisno dengan penuh semangat.
Kesimpulan
Rangkaian seminar, webinar, dan kuliah umum yang diselenggarakan oleh Unit Pelatihan dan Pengembangan Universitas Mandala Waluya pada 22 April 2026 merepresentasikan komitmen institusi terhadap pengembangan kompetensi mahasiswa secara holistik. Dengan menghadirkan narasumber berkualitas dari berbagai kalangan industri dan akademisi, Universitas Mandala Waluya memberikan mahasiswanya kesempatan emas untuk memperluas wawasan dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja modern.
Keberhasilan pendaftaran yang melebihi target dan respons positif dari berbagai pihak menunjukkan bahwa inisiatif ini sejalan dengan kebutuhan nyata mahasiswa dan harapan stakeholder pendidikan. Ke depannya, diharapkan kegiatan-kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas narasumber serta topik yang diangkat, sehingga alumni Universitas Mandala Waluya dapat terus berinovasi dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan ekonomi dan sosial di Sulawesi Tenggara dan Indonesia pada umumnya.
—
Artikel ini ditulis berdasarkan informasi dari Unit Pelatihan dan Pengembangan Universitas Mandala Waluya dan wawancara dengan berbagai sumber terpercaya pada tanggal 21 April 2026.