KENDARI — Universitas Mandala Waluya melalui Unit Pelatihan dan Pengembangan (UPP) meluncurkan serangkaian penelitian inovatif yang menggabungkan teknologi modern dengan kearifan lokal petani di Sulawesi Tenggara. Penelitian kolaboratif antara dosen dan mahasiswa ini dirancang untuk meningkatkan produktivitas pertanian berkelanjutan sekaligus memberdayakan ekonomi masyarakat lokal di kawasan Kendari dan sekitarnya.
Inisiatif penelitian bertajuk “Program Pertanian Cerdas Nusantara” (PCNTR) ini secara resmi diluncurkan pada hari Jumat, 18 April 2026, di Aula Utama Universitas Mandala Waluya. Kehadiran pejabat kampus, perwakilan Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Tenggara, akademisi, serta 47 mahasiswa dari berbagai program studi menandai komitmen serius universitas terhadap riset yang berdampak sosial.
Menurut catatan resmi UPP Universitas Mandala Waluya, penelitian ini melibatkan tiga program studi utama, yakni Agroteknologi, Teknik Pertanian, dan Manajemen Bisnis Pertanian. Kolaborasi lintas disiplin ilmu ini dimaksudkan untuk menghasilkan solusi holistik yang tidak hanya efektif secara teknis, tetapi juga berkelanjutan secara ekonomi dan ramah lingkungan.
Latar Belakang dan Urgensi Penelitian
Petani Sulawesi Tenggara, khususnya di Kabupaten Kendari, menghadapi tantangan serius dalam meningkatkan produktivitas lahan pertanian. Data Dinas Pertanian menunjukkan bahwa hasil pertanian lokal masih jauh tertinggal dibandingkan daerah lain di Indonesia, meskipun potensi sumber daya alam sangat besar. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari keterbatasan akses teknologi modern, pengetahuan manajemen lahan yang terbatas, hingga dampak perubahan iklim yang semakin ekstrem.
Dalam naskah presentasi penelitian yang diperoleh wartawan, tim peneliti mencatat bahwa produktivitas padi di Sulawesi Tenggara rata-rata hanya mencapai 4,2 ton per hektare, jauh di bawah potensi genetik yang dapat mencapai 8 ton per hektare. Sementara itu, petani lokal juga menghadapi permasalahan hama tanaman yang meningkat setiap musim, tekanan air irigasi yang tidak stabil, dan kesulitan pemasaran hasil panen.
Inovasi Teknologi dan Metodologi Penelitian
Program Pertanian Cerdas Nusantara dirancang dengan mengintegrasikan beberapa inovasi teknologi terkini. Pertama, penelitian ini mengimplementasikan sistem pertanian presisi menggunakan sensor Internet of Things (IoT) untuk memantau kondisi tanah, kelembaban, dan unsur hara secara real-time. Kedua, tim peneliti mengembangkan aplikasi mobile yang user-friendly untuk membantu petani dalam mengambil keputusan manajemen lahan berdasarkan data aktual.
Ketiga, penelitian ini juga mengintegrasikan kearifan lokal dengan praktik pertanian modern. Para mahasiswa terlibat langsung dalam mengidentifikasi varietas tanaman lokal yang memiliki potensi tinggi dan tahan terhadap kondisi iklim ekstrem. Keempat, aspek pemberdayaan ekonomi menjadi fokus utama dengan mengembangkan model koperasi petani digital yang memfasilitasi akses pasar yang lebih luas dan harga yang lebih kompetitif.
Penelitian ini dilaksanakan di enam lokasi demonstrasi lahan (demplot) yang tersebar di Kecamatan Kendari, Kecamatan Baruga, dan Kecamatan Abeli. Masing-masing demplot seluas sekitar 0,5 hektare dan menerapkan protokol penelitian yang ketat dengan pengulangan dan randomisasi yang ilmiah.
Keterlibatan Mahasiswa dan Pembelajaran Praktis
Salah satu keunggulan Program Pertanian Cerdas Nusantara adalah integrasi yang erat antara pembelajaran akademis dan penelitian lapangan. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai asisten peneliti, tetapi juga sebagai innovator yang aktif berkontribusi pada pengembangan solusi.
Mahasiswa semester lima Agroteknologi, Rina Dewi Kusuma, mengungkapkan antusiasmenya terhadap penelitian ini. “Kami tidak hanya belajar dari buku, tetapi langsung terjun ke lapangan dan berinteraksi dengan petani. Kami mendengarkan permasalahan mereka secara langsung, lalu bersama dosen mencari solusi terbaik,” ujarnya saat diwawancarai di lokasi demplot Kecamatan Kendari, Kamis lalu.
Senada dengan Rina, Fajar Pratama dari program studi Teknik Pertanian juga menyatakan kepuasan terhadap kesempatan belajar praktis. “Saya berkesempatan merancang dan menginstalasi sistem irigasi otomatis berbasis sensor. Ini pengalaman yang sangat berharga yang tidak bisa didapat hanya di kelas,” katanya.
Peran Strategis Dosen dan Kepemimpinan Penelitian
Riset ini dipimpin oleh Dr. Bambang Suryanto, S.P., M.Agr., seorang peneliti berpengalaman di bidang agronomi dan pertanian berkelanjutan. Dengan publikasi internasional lebih dari 15 artikel di jurnal-jurnal terindeks, Dr. Bambang membawa kredibilitas ilmiah yang kuat pada proyek ini.
“Penelitian ini berangkat dari pertanyaan sederhana: bagaimana kita membantu petani Sulawesi Tenggara meningkatkan produksi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan? Jawabannya adalah dengan menggabungkan sains modern dan kebijaksanaan lokal,” ungkap Dr. Bambang Suryanto dalam sambutannya pada acara peluncuran penelitian.
Dr. Bambang menambahkan bahwa pendampingan intensif kepada mahasiswa bukan sekadar memberikan tugas, tetapi membimbing mereka untuk berpikir kritis dan kreatif. “Mahasiswa kami diajak tidak hanya mengikuti protokol penelitian, tetapi juga memahami filosofi di balik setiap langkah penelitian. Mereka adalah generasi yang akan terus mengembangkan inovasi pertanian di masa depan,” jelasnya.
Tim peneliti lainnya mencakup Dr. Siti Nurhaliza, M.Si. (spesialis manajemen sumber daya air), Dr. Hendra Wijaya, S.E., M.B.A. (spesialis ekonomi pertanian), dan Dr. Yusuf Rahman, S.Pt., M.Sc. (spesialis teknologi pangan). Kolaborasi multidisipliner ini memastikan bahwa penelitian ditangani dari berbagai perspektif yang saling melengkapi.
Dukungan Institusional dan Pendanaan
Rektor Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. I Made Sudiana, M.Pd., menunjukkan komitmen kuat terhadap penelitian ini dengan mengalokasikan dana dari Anggaran Rutin Perguruan Tinggi sebesar Rp 800 juta untuk tahun pertama penelitian. Selain itu, universitas juga berhasil mengamankan pendanaan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia senilai Rp 1,2 miliar melalui skema kompetisi riset.
“Universitas Mandala Waluya berkomitmen untuk menjadi perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Penelitian ini adalah bukti nyata dari visi kami untuk memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah,” kata Prof. Sudiana dalam sambutan pembukaan acara peluncuran.
Kepala Unit Pelatihan dan Pengembangan Universitas Mandala Waluya, Dr. Arief Gunawan, S.T., M.T., menjelaskan bahwa penelitian ini selaras dengan misi universitas untuk menjadi pusat penelitian dan pengembangan yang berorientasi pada problem-solving lokal.
“UPP bertugas memfasilitasi penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kami percaya bahwa universitas harus menjadi jembatan antara dunia akademis dan praktik di lapangan. Program Pertanian Cerdas Nusantara adalah contoh nyata dari filosofi tersebut,” ungkap Dr. Arief.
Hasil Awal dan Target yang Diharapkan
Meskipun masih dalam tahap awal, penelitian sudah menunjukkan hasil positif. Dalam enam minggu pertama implementasi di demplot, sistem sensor IoT yang dikembangkan mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air irigasi hingga 35 persen tanpa mengurangi hasil panen. Selain itu, monitoring nutrisi tanah yang lebih presisi telah membantu petani mengurangi penggunaan pupuk kimia sebesar 25 persen.
Target penelitian yang ditetapkan mencakup peningkatan produktivitas padi menjadi minimal 6 ton per hektare dalam dua tahun ke depan, peningkatan pendapatan petani sebesar 40 persen, dan pengurangan emisi gas rumah kaca dari sektor pertanian sebesar 30 persen melalui praktik berkelanjutan.
Selain itu, tim peneliti juga menargetkan untuk menghasilkan minimal 10 publikasi ilmiah di jurnal nasional dan internasional, serta mengembangkan tiga prototipe teknologi pertanian yang dapat dikomersialkan.
Dampak Sosial dan Ekonomi Jangka Panjang
Penelitian ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak akademis, tetapi juga dampak sosial dan ekonomi yang signifikan bagi komunitas petani lokal. Dengan peningkatan produktivitas dan efisiensi, diperkirakan sekitar 500 petani dalam lokasi penelitian akan merasakan peningkatan pendapatan yang substansial dalam tahun pertama implementasi.
Dr. Siti Nurhaliza, yang fokus pada aspek manajemen air, menjelaskan bahwa efisiensi irigasi yang lebih baik juga akan mengurangi tekanan terhadap sumber air tanah di kawasan Kendari yang sudah mengalami penurunan signifikan.
“Dengan teknologi yang tepat, petani bisa menghasilkan lebih banyak dengan menggunakan sumber daya yang lebih sedikit. Ini adalah kunci keberlanjutan,” katanya.
Sementara itu, Dr. Hendra Wijaya menekankan pentingnya aspek ekonomi dalam penelitian ini. “Petani tidak hanya butuh produksi tinggi, tetapi juga pasar yang baik dan harga yang adil. Kami mengembangkan model koperasi digital yang akan menghubungkan petani langsung dengan pembeli, mengeliminasi perantara yang tidak perlu,” jelasnya.
Rencana Diseminasi dan Scaling Up
Tim peneliti telah merencanakan strategi diseminasi yang komprehensif untuk memastikan bahwa hasil penelitian dapat diadopsi secara lebih luas oleh petani di luar lokasi penelitian awal. Rencana ini mencakup pelatihan untuk petani, penyuluh pertanian, dan perangkat desa di berbagai kabupaten di Sulawesi Tenggara.
“Kami akan mengadakan lebih dari 20 workshop dan pelatihan selama dua tahun ke depan. Universitas akan mendampingi petani bukan hanya dalam penelitian, tetapi juga dalam implementasi praktis di lahan mereka masing-masing,” ungkap Dr. Arief Gunawan.
Universitas juga sedang dalam tahap negosiasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara untuk mengintegrasikan hasil penelitian ini ke dalam kebijakan pertanian regional dan program pemberdayaan petani.
Kesimpulan dan Harapan ke Depan
Program Pertitian Cerdas Nusantara merepresentasikan komitmen Universitas Mandala Waluya untuk menjadi institusi yang tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga solusi nyata untuk tantangan sosial dan ekonomi masyarakat lokal. Kolaborasi erat antara dosen berpengalaman, mahasiswa yang antusias, dan petani lokal menciptakan ekosistem penelitian yang dinamis dan produktif.
Dengan dukungan pendanaan yang memadai, kepemimpinan akademis yang kuat, dan komitmen institusional yang jelas, penelitian ini memiliki potensi besar untuk menjadi model penelitian yang relevan dan berdampak bagi universitas-universitas lain di Indonesia.
Ke depannya, Universitas Mandala Waluya menargetkan untuk mengembangkan Program Pertanian Cerdas Nusantara ke berbagai komoditas pertanian lainnya, seperti jagung, kacang-kacangan, dan tanaman hortikultura. Visi jangka panjang adalah menjadikan Sulawesi Tenggara sebagai wilayah dengan pertanian yang produktif, berkelanjutan, dan sejahtera.
Kontribusi penelitian ini juga diharapkan dapat memperkuat posisi Universitas Mandala Waluya sebagai pusat penelitian terdepan di kawasan timur Indonesia.
—
[Artikel berakhir]